Gorga

Gorga

Gorga Batak adalah kesenian masyarakat Batak Toba yang hampir terancam punah. Gorga Batak adalah ukiran atau pahatan tradisional yang biasanya terdapat di dinding rumah bahagian luar dan bagian depan dari rumah-rumah adat Batak. Gorga ini dibuat dengan cara memahat kayu dan mencatnya dengan tiga macam warna, merah-hitam-putih. Ketiga warna ini disebut tiga bolit. Bahan Gorga ini biasanya adalah kayu lunak yang mudah dikorek/dipahat. Kayu ungil atau kayu ingul menjadi pilihan yang tepat oleh nenek moyang Orang Batak. Kayu Ungil ini mempunyai sifat yang kuat, tahan terhadap sinar matahari langsung dan terpaan air hujan sehingga tidak cepat rusakatau lapuk. Kayu Ungil ini juga biasa dipakai untuk pembuatan kapal di Danau Toba. Jenis kayu ini jugalah yang menjadi pilihan para pengrajin kayu di daerah Tuk-tuk. Selain kayu ingul, pengrajin kayu di daerah ini juga menggunakan kayu humbang.

Gorga Batak diinformasikan bukan sekedar hiasan, tetapi memiliki penuh makna. Arti motif mencerminkan falsafah maupun pandangan hidup orang Batak yang suka musyawarah, gotongroyong, suka berterus terang, sifat terbuka, dinamis dan kreatif. Mengukir gorga ada tekniknya dan dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian, disamping perlu menguasai bentuk alat-alat ukir maupun segi pengelolaan. Gorga bisa dibuat dengan teknik ukir yang menggunakan pisau tajam, dengan alat pemukul dari kayu, ada juga yang dilukis dengan menggunakan bahan yang diolah sendiri dari batu-batuan, arang, getah pohon, dan sebagainya.


Related Posts: