Kolaborasi Mitra Produksi

Kolaborasi Mitra Produksi

Mendampingi pengrajin, alih teknologi, pembiayaan produksi, dan pemasaran

Menjadi Entrepreneur Sosial Sembari Turut Membangun Kawasan Danau Toba

Sejak 2015, Batikta sebagai pusat oleh-oleh terbaik di kawasan Danau Toba, telah memulai memetakan kelompok pengrajin dan produsen berbagai produk khas Danau Toba, baik kerajinan tangan atau pun kuliner; dan telah melakukan komitmen untuk mendukung keberlangsungan industri kreatif tersebut dengan secara rutin membeli produk lokal untuk kemudian memasarkannya.

Batikta juga turut memberikan standarisasi kualitas terhadap produk tersebut. Sehingga memberikan informasi yang akurat bagi konsumen terhadap mutu produk.

Demikian juga dengan harga, Batikta menjadi pelopor penerapan harga dengan barcode di kawasan Danau Toba sehingga seluruh konsumen bisa dilayani dengan adil dan transparan.

Batikta juga sejak tahun 2018 telah membuka toko yang cukup representatif dan luas di Balige yang menjadi salah satu magnet tujuan wisata belanja di Kawasan. Sehingga diperlukan jumlah stok yang lebih banyak dan lebih variatif agar dapat memuaskan keinginan pelanggan.

Dalam hal pemenuhan stok inilah Batikta perlu bekerjasama dengan para sociopreneur.  Perorangan maupun lembaga yang ingin turut berpartisipasi membangun Kawasan Danau Toba.  Dengan mendampingi, turut meningkatkan kemampuan, membiayai, dan memasarkan hasil produksi pelaku ekonomi kreatif di Kawasan Danau Toba

.

Kebutuhan Wisatawan

Wisatawan memerlukan lokasi belanja dengan jaminan harga dan kualitas yang konsisten.

Kendala yang dihadapi wisatawan ketika berada di kawasan Danau Toba

  • Pembeli/wisatawan tidak tahu apa produk kreatif lokal kawasan Danau Toba karena minim informasi.
  • Jikapun ada, kualitas tidak seimbang dengan harga, sehingga enggan membeli.
  • Media/ tempat transaksi tidak nyaman pun meyakinkan, sehingga enggan bertransaksi.
.

Kesulitan Pengrajin

1. Kesulitan menjual produk kreatifnya
2. Pendapatan tidak menentu karena produk belum tentu terjual
3. Tidak ada standarisasi produk terkait mutu ataupun pengetahuan keinginan/permintaan pasar.
4. Industrinya menjadi tidak menarik, sehingga tidak ada regenerasi.
5. Pengetahuan mengerjakan produk kreatif dan khas Batak/Danau Toba tersebut perlahan tergerus dan berpotensi hilang.

.

Kebutuhan Calon Mitra Pendamping/ Entrepreneur Sosial

Mendapat kepastian atas kredibilitas pengrajin/pelaku ekonomi kreatif yang akan di dampingi.

Memiliki tim kerja di lapangan yang mampu mengawasi dan memberikan laporan yang aktual.

.

Batikta sebagai pengelola ekosistem produksi, penjualan, dan investasi

Berdasarkan pengalaman Batikta berinteraksi langsung dalam ekosistem industri kreatif di kawasan Danau Toba ini, maka Batikta mengambil sikap dan peran untuk dapat menjadi solusi dari ketidakseimbangan informasi antara pengrajin, pembeli, dan calon MITRA PENDAMPING dengan semangat sosial Entrepreneur tersebut.

Tahapan proses bisnisnya adalah sebagai berikut:

1. Batikta akan merekomendasikan produk atau jasa yang akan di dampingi produksi dan pemasarannya.

2. Jika belum memiliki merk/brand, produk dan jasa ini akan dipasarkan dengan brand Batikta.

3. Proses procurement, pengemasan, dan pemasaran secara keseluruhan dilakukan dalam sistem ERP (enterprise resources planning) yang digunakan oleh Batikta. MITRA PENDAMPING sangat diharapkan bisa memberikan masukan peningkatan kualitas produksi, kemasan dan sebagainya.

4. Penjualan akan dilakukan di toko Batkta, jaringan reseller Batikta, maupun secara online. Batikta akan melakukan upaya digital marketing untuk memasarkan produk tersebut. Selain itu, mitra pendamping(investor) juga bisa memasarkan produk tersebut di jaringannya tanpa mengubah brand dan kemasan.

Keuntungan yang diperoleh dari proses PENDAMPINGAN ini akan ditentukan dalam detail kerjasama.

.